Bintang

Posted by : brilianeranaomi
Rabu, 25 November 2015

Bintang

Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata). (kata Wikipedia)

Mengapa bintang bisa berumur miliaran tahun ?

Proses penting yang menyuplai energi untuk kehidupan bintang (termasuk Matahari) adalah reaksi nuklir yang menggabungkan inti-inti atom ringan (hidrogen misalnya) menjadi inti-inti atom yang lebih berat. Dapur tempat “memasak” inti berat dari inti ringan ini berada di bagian dalam bintang.

Reaksi yang paling sederhana dan fundamental di dalam bintang adalah rangkaian reaksi proton-proton. Dalam rangkaian reaksi ini, pada prinsipnya adalah mengubah 4 inti hidrogen menjadi helium. Jika helium sudah tersedia cukup banyak di pusat bintang dan temperatur di sana lebih dari 14 juta Kelvin, inti helium akan bergabung dengan inti helium dan membentuk berilium.

Reaksi selanjutnya akan membentuk lithium, namun pada akhirnya yang dihasilkan adalah helium. Dengan kata lain, berilium dan litium menjadi katalisator saja, yang mengontrol laju reaksi nuklir di dalam bintang. Jika temperatur lebih tinggi lagi, mencapai 23 juta Kelvin atau lebih, berilium dapat bereaksi dengan proton dan membentuk boron. Namun, boron ini juga nantinya akan membentuk helium.

Untuk setiap inti helium yang dihasilkan, dilepaskan energi sebesar 4×10-12 joule. Energi sebesar ini bisa menyalakan lampu bohlam 40 watt selama 10-13 detik. Namun, Matahari kita mempunyai hidrogen yang cukup untuk menghasilkan 1056 helium. Dengan demikian, jika semua hidrogen di Matahari diubah menjadi helium, energi yang dilepaskan sebanyak 4×1044 joule.

Sementara itu, Matahari diamati memancarkan energi sebesar 4×1026 joule setiap detiknya. Jadi, rangkaian reaksi proton-proton ini akan bisa berlangsung di Matahari selama 30 milyar tahun. Namun, ini masih perhitungan kasar. Jika dihitung lebih teliti lagi, pembakaran hidrogen di Matahari melalui rangkaian reaksi proton-proton akan berlangsung selama 12 milyar tahun. Dari jangka waktu tersebut Matahari telah menempuh 4,5 milyar tahun. (kata National Geographic)

0 komentar:

Copyright © 2016 Just sharing | Another Theme | Designed by Erranaomi